[WS Rendra] Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

*"Tak ada hari yang MENYULITKAN kita,* 
*kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.*
*Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,* 
*cukuplah menjadi JALAN SETAPAK* 
*yang dapat dilalui orang", WS Rendra*
WSR adalah seorang sastrawan  Indonesia, yang lahir di Solo pada 7 November 1935 dan meninggal di Depok Jawa Barat 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun. 
Puisi terakhir Rendra yang sangat dalam maknanya.
Semoga bisa menjadi renungan:

Hidup itu seperti uap,
yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap!
Ketika orang memuji milikku, aku berkata bahwa ini hanya titipan saja.

Bahwa mobilku adalah titipanNya,
Bahwa rumahku adalah titipanNya,
Bahwa hartaku adalah titipanNya,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipanNya ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya, 
"Mengapa Dia menitipkannya kepadaku?"
"Untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku?"

Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milikNya ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali olehNya?
Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu musibah,
kusebut itu ujian,
kusebut itu petaka,
kusebut itu apa saja ...
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah derita.

Ketika aku berdo'a, kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi,
Aku ingin lebih banyak harta,
Aku ingin lebih banyak mobil,
Aku ingin lebih banyak rumah,
Aku ingin lebih banyak popularitas,

Dan kutolak sakit, 
Kutolak kemiskinan,
Seolah semua derita adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasihNya, harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku.
Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan Dia seolah "Mitra Dagang" ku dan bukan sebagai "Kekasih"!
Kuminta DIA membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusanNya yang tidak sesuai dengan keinginanku.

Padahal setiap hari kuucapkan,
“Hidup dan Matiku, Hanyalah untukMu, ampuni aku yaa Tuhanku.
Mulai hari ini, ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan menjadi bijaksana, mau menuruti kehendakmu saja.
Sebab aku yakin Engkau akan memberikan anugerah dalam hidupku.
Kehendakmu adalah yang terbaik bagiku.

Ketika aku ingin hidup KAYA, 
aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri 
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI,
aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT, 
aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN, Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi, aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah 
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA. tetapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS, tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA, tetapi karena kita YAKIN BISA.
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM, tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari, cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,  maka BERDOALAH untuk
kebaikan.

About nasihat

0 Post a Comment:

Post a Comment