Teman-Teman,Mari Kenali Virus Lebih Dalam, Penting Sekali Agar Setiap Orang Siap Menghadapi Bila Terpapar.

gbr ilustrasi
*Teman-Teman,Mari Kenali Virus Lebih Dalam, Penting Sekali* 
Agar Setiap Orang Siap Menghadapi Bila Terpapar.
*"Oh iya satu lagi, yg sehat jangan lupa vaksin. Vaksin memancing tubuh kita memproduksi atibodi lebih dulu sebelum terpapar betulan. Dan sel memori kita mencatat kode protein virus covid. Jadi, amit amit suatu hari terpapar, tubuh lebih siap langsung "perang" melawan virus SARS COV 2. Sehingga menurunkan resiko gejala."*

Guys, terpapar covid pasti ga ada yg mau, tapi jika sudah terlanjur mau gimana lagi. Kali ini sy ingin membagikan sedikit cerita yg semoga bermanfaat.

Lah memangnya sy siapa kok cerita perawatan covid? 
Ok, gini, cerita aja, isteri sy seorang dokter spesialis patologi klinik, yg saat ini melakukan "tele rawat" lebih dari 30 pasien isoman di 3 kota berbeda atas permintaan mereka. Setiap hari sy mendampinginya. Dokter patklin adalah dokter yg tidak merawat pasien secara langsung seharusnya. Tapi ini terpaksa karena panggilan kemanusiaan dan membantu pasien isoman. Harusnya ia adalah tempatnya dokter berkonsultasi. Dokternya dokter kalau orang bilang.
Kedua, Ayah sy seorang Biologist (walau saat ini jadi pengusaha), beliau pernah kerja di laboratorium berurusan dgn virus, bakteri, dan parasit. Setiap hari kami diskusi banyak hal tentang covid hasil pengamatan kami.
Sayangnya kedua org dekat saya ini tak aktif bermedsos. Jadi biar saya aja yg cerita. Dari sinilah kenapa saya "sok tau" tentang covid.
Semoga share ini membantu mencegah kematian mereka yg terpapar covid. Menurunkan mortalitas pengidap covid-19

*Oke, pertama, pahami dulu covid.*
Covid adalah infeksi virus SARS COV 2. 
Lawan (obat) virus hanyalah antibodi yg diproduksi oleh tubuh kita. Obat2an itu hanya inhibitor cegah virus bereplikasi, juga obat yang meringankan symptom (gejala) saja dan tidak membunuh virus. Antibodi lah yg bisa "makan" virus.
Untuk memproduksi antibodi dibutuhkan:
- protein
- vitamin lengkap terutama C D E
- air (minum) cukup
- kalori
- istirahat (tidur). Imun tubuh diproduksi optimal saat tidur.
(_teruskan baca sedikit lagi,tapi penting, di bawah ini_...👭👬👇👇👇)
*Kedua kita bandingkan kondisi yg terjadi pada pasien covid.*
Kami amati org terkena covid keluhan yg paling mengganggu adalah batuk, radang tenggorok, dan sakit perut. Walhasil nafsu makan drop. Ketika nafsu makan buruk maka mereka mulai makan bubur atau nasi putih dengan sedikit lauk. Ayo silahkan cek mereka yg kena covid, rata rata kualitas makan jadi buruk karena tak enak. Parahnya lagi karbo dan gula adalah makanan virus. Blunder kan.
So ini adalah pintu awal perburukan. Jika hal ini bertahan diatas 3 hari, maka hasilnya mereka akan lemas dan memburuk kondisinya.

Setelah itu karena batuk dan tidak nyaman, pintu masuk perburukan yg kedua pasien mulai kurang tidur. Kurang istirahat.

Pintu masuk perburukan yg ketiga, tak jarang pasien juga kurang minum serta asupan vitamin dan mineral yang buruk.

*Nah, ingat lawan virus adalah antibodi. Sayangnya kondisi covid menyebabkan pasien:*
- asupan buruk,
- kurang minum,
- dan kurang tidur,
Maka antibodi tak terproduksi baik. Walhasil kesehatan makin menurun dan menurun.
Tak jarang kematian disebabkan oleh treatment awal yg buruk seperti ini. Pasien meninggal dunia padahal seharusnya masih ada harapan hidup.

"Nah jangan2 banyak pasien meninggal karena kurang makan dan kurang minum. Inilah hebatnya virus sars cov 2, ia memblokade jalur utama asupan kita."

*Oleh karena itu, sesulit apapun, paksakan untuk:*
1. Makan. Makanlah yg tinggi protein seperti telur, susu, kedelai, daging, ayam, ikan tetap harus masuk bahkan lebih dari biasanya saat sehat. Walau tenggorokan sakit dan makan tak ada rasanya. Paksakan makan, anggap itu obat. Kalau muntah, makan lagi. Itu battleground anda.
2. Konsumsi multivitamin dan fokuskan C, D, E.
3. Minum sekitar 2 botol air mineral besar (3 liter) sehari.
4. Tidur yg cukup, kendalikan psikis dengan optimisme dan hiburan, atau ibadah dekatkan diri kepada Tuhan, tergantung selera.
5. Obati gejala gejalanya. (Maaf obat harus atas petunjuk dokter, maka sy tak menulisnya).

*Alhamdulillah dalam beberapa kasus, terapi ini berhasil merubah pasien yang tadinya sudah tampak pucat dan lemas bisa kembali bangkit.
Semoga dapat menurunkan mortalitas covid-19.*

Demikian sharing sy, terimakasih, dan semoga bermanfaat. Salam.
Dengarkan Nasiaht Canggih Di Indonesia
*NasihatCanggih.com*

About nasihat

0 Post a Comment:

Post a Comment