Pertolongan Penanganan Pertama pada Serangan Stroke Perlu Setiap Orang Ketahui Dalam Kehidupan Ini

*Pertolongan Penanganan Pertama pada Serangan* *Stroke Perlu Setiap Orang* Ketahui 
Dalam Kehidupan Ini
Pertolongan pertama perlu dilakukan untuk menurunkan risiko munculnya komplikasi akibat serangan stroke. Jika anggota keluarga atau orang sekitar mengalami stroke, segera bawa ke rumah sakit atau mencari bantuan medis. Maka dari itu, penting untuk mengenali gejala stroke agar dapat membantu pengidapnya mendapat pertolongan pertama. Lantas, apa pertolongan pertama yang bisa diberikan pada serangan stroke? Simak pembahasannya di bawah ini!

Saat menemukan serangan stroke, sebaiknya jangan ikut terbawa panik. Lakukan hal yang dapat menolong, dan pastikan selalu kondisi orang yang mengalami serangan.

Serangan stroke masuk dalam kategori gawat darurat medis, yaitu kondisi yang harus segera ditangani dengan tepat. Pasalnya, stroke merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu dampak berbahaya, bahkan berujung pada hilangnya nyawa. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi yang baru dilahirkan.

*Hal yang Perlu Dilakukan Penolong*  

Pertolongan pertama perlu segera dilakukan saat serangan stroke terjadi. Dalam penyakit ini, dikenal istilah golden period alias periode emas penanganan stroke, yaitu tiga jam setelah penyakit ini menyerang. Artinya, jika pertolongan medis dilakukan dalam periode tersebut, peluang untuk pulih pun akan semakin tinggi. Secara umum, penanganan stroke memang sebaiknya segera diberikan dan tidak boleh lebih dari 4,5 jam sejak serangan awal. 

Stroke terjadi saat seseorang mengalami gangguan neurologis akibat tersumbatnya pembuluh darah disebut stroke iskemik. Semantara stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang berada di otak disebut stroke hemoragik. Sebagai organ vital di dalam tubuh, gangguan yang terjadi pada otak bisa langsung berdampak pada organ tubuh lainnya. Pertolongan pertama harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak secara berlanjut yang bisa membuat pengidapnya sulit pulih. 

Kesalahan yang paling sering terjadi dalam penanganan stroke adalah terlambat membawa ke rumah sakit. Padahal dalam setiap detik, pengidap stroke mengalami “kematian” sel otak dan bisa berakibat fatal jika dibiarkan dalam waktu lama. Karena itu, penting untuk mengenali gejala awal penyakit ini, dan segera bawa pasien ke rumah sakit atau hubungi ambulans jika gejala yang muncul menyerupai serangan stroke.

Sayangnya, gejala stroke yang muncul terkadang ringan dan menyerupai penyakit lain. Hal itu menyebabkan gejala penyakit sering diabaikan dan terlambat mendapat penanganan. Agar risiko dari penyakit ini berkurang, kenali dengan segera gejala stroke pada seseorang dengan metode F.A.S.T. Apa itu? 

Face-saat muncul gejala mirip stroke, coba perhatikan area wajah orang tersebut. Cari tahu perubahan yang terjadi, apakah ia mengalami kesulitan untuk menggerakkan bagian wajah. Jika tidak terlihat, kamu bisa coba meminta orang tersebut untuk tersenyum, kemudian perhatikan apakah saat tersenyum wajah tampak simetris atau tidak. Jika salah satu bagian wajah tertinggal atau jatuh saat tersenyum, bisa jadi orang tersebut mengalami serangan stroke.

Arms- selain memperhatikan wajah, mengenali stroke juga bisa dilakukan dengan meminta orang tersebut mengangkat bagian tangan alias arms. Tujuannya untuk melihat kemungkinan terjadi kelumpuhan sensor motorik. Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua lengan lurus ke depan, pertahankan posisi tersebut selama beberapa detik. Jika ia merasa kesulitan atau tidak bisa mengangkat tangan, bisa jadi itu adalah gejala stroke. 

Speech- Perhatikan juga bagaimana cara dia berbicara. Kamu bisa coba meminta orang tersebut mengucapkan kalimat yang mengandung huruf “R”. Jika ia berbicara dengan tidak jelas, pastikan untuk segera membawanya ke rumah sakit terdekat.

Time- Jika ketiga gejala tersebut muncul, besar kemungkinan orang tersebut mengalami stroke. Kalau sudah begitu, jangan menunda untuk membawanya ke rumah sakit. Sebab, waktu adalah hal yang paling penting dalam penanganan stroke. Sebagai penolong, pastikan untuk mencatat waktu serangan dan perkembangan kondisi orang tersebut untuk membantu dokter dalam penanganan lebih lanjut.

*Hindari Dan Ketahui Sedini Mungkin* *Penyebab Stroke Ringan*

https://www.nasihatcanggih.com/2021/05/pertoloangan-penanganan-pertama-pada.html

"Waspadai Gejala Stroke Ringan Ini
Setelah mengetahui penyebab stroke ringan, lalu gejala penyakit ini sendiri seperti apa? Waspdai dengan mengenal 5 tanda-tandanya menurut American Stroke Association."

Jangan sekali kali meremehkan, keberadaan stroke ringan tak bisa diremehkan karena bisa menyerang siapa saja. Cegah dari sekarang sebelum terlambat dengan memulai gaya hidup sehat. 

Dewasa ini, penyakit mematikan semakin banyak saja jenisnya. Stroke menjadi salah satu penyakit yang juga cukup membahayakan nyawa seseorang. Beberapa tahun silam di Malang, Jawa Timur, bahkan 700 orang dinyatakan meninggal dunia karena stroke. Penyakit ini biasanya diawali dengan istilah stroke ringan. Sering mendengar namanya, namun apa itu stroke ringan? Stroke ringan sendiri dalam bahasa medis dinamakan serangan iskemik transien atau transient ischaemic attack (TIA). Penyebab stroke ringan sama dengan stroke, yaitu terhalangnya aliran darah ke otak. Sehingga wajar jika gejala yang muncul mirip dan organ tubuh yang terlibat pun sama.

Walau ringan, namun kemunculan penyakit ini tentu tak bisa dianggap remeh. Pasalnya dari stroke ringan, jika dibiarkan bisa menjadi stroke yang lebih beresiko membahayakan kesehatan Anda. Untuk itu sebelum terlambat, yuk cegah bersama dengan mengetahui penyabab stroke ringan dan gejalanya di bawah ini.

1.  Riwayat Medis
Beberapa jenis penyakit berhubungan erat dengan gangguan sistem peredaran darah yang dapat memicu munculnya stroke ringan. Beberapa penyakit yang memicu stroke ringan antara lain adalah hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. Jika Anda pernah mengidap salah satu penyakit tersebut, antisipasi lah dari sekarang dengan rutin check up ke dokter.

2.  Obesitas
Penyebab stroke ringan selanjutnya adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Ketika seseorang mengalami penumpukan kadar lemak dalam tubuh akibat obesitas, otomatis hal tersebut akan mengganggu kinerja peredaran darah hingga menyumbat jalannya ke otak. Selain dengan penggunaan obat stroke, gangguan obesitas juga perlu diatasi dengan melakukan diet sehat agar berat tubuh kembali normal.

3.  Usia
Menurut hasil riset, penyebab stroke ringan juga dipengaruhi oleh faktor usia. Orang yang berusia di atas 65 tahun lebih beresiko terkena serangan stroke ringan dibandingkan anak muda. Namun, Anda yang masih muda tetap harus mewaspadai penyakit ini, karena di berapa kasus, penyebab stroke ringan lainnya adalah gaya hidup yang tidak sehat.

4.  Faktor Genetik
Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami stroke ringan? Penyebab stroke ringan salah satunya juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan orang tersebut akan mengalami penyakit yang sama. Namun tentu saja penyebab ini bisa Anda patahkan dengan upaya pencegahan yang tepat sedari dini.

5.  Gaya Hidup
Kebiasaan-kebiasaan dalam bergaya hidup yang salah pun tak ayal memungkinkan datangnya penyakit stroke ringan dengan cepat. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, sering begadang, mengonsumsi minuman beralkohol, serta pola makan yang di luar batas akan memicu ketidakstabilan peredaran darah hingga menimbulkan stroke ringan. 

Waspadai Gejala Stroke Ringan Ini
Setelah mengetahui penyebab stroke ringan, lalu gejala penyakit ini sendiri seperti apa? Waspdai dengan mengenal 5 tanda-tandanya menurut American Stroke Association.

  • Kebal pada wajah, lengan atau kaki. Mati rasa biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh.
  • Kebingungan, kesulitan berbicara dan memahami sesuatu.
  • Tiba-tiba mengalami kesulitan melihat pada satu atau kedua mata.
  • Kesulitan berjalan, pusing, kurang bisa menjaga koordinasi dan keseimbangan tubuh.
  • Sering sakit kepala yang cukup parah tanpa tahu penyebabnya dengan pasti. (ikuti terus NASIHATCANGGIH.COM)

https://www.nasihatcanggih.com/2021/05/pertoloangan-penanganan-pertama-pada.html

*5 Fakta Stroke Sangat Penting Diketahui*


Stroke bisa dibilang menimbulkan rasa takut bagi banyak orang, pasalnya jika terkena penyakit ini tentu seseorang jadi kesulitan bergerak jika tanpa bantuan orang lain. Karena termasuk penyakit yang cukup “populer” baik di kalangan orang muda maupun orang tua maka tak mengherankan kalau ada banyak mitos yang beredar mengenai penyakit ini.
Gangguan pada fungsi otak yang terjadi secara mendadak penyebabkan seseorang dapat terkena stroke. Penyebabnya adalah gangguan pembuluh darah di otak yang menyebabkan kinerja saraf otak tidak bisa bekerja dengan semestinya dan jika tidak ditangani tepat dapat berakibat fatal. Secara umum, stroke terjadi ketika ada gangguan saraf yang menyebabkan seseorang tidak bisa menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Nah, supaya kamu enggak salah “kaprah” baiknya cari tahu dulu fakta mengenai penyakit stroke yang dijabarkan oleh Robert Felberg, MD, seorang direktur medis divisi stroke di Overlook Medical Center in Summit berikut ini:

1.  Mitos: Stroke Cuma Terjadi pada Lansia
Faktanya, tidak cuma orang yang lanjut usia saja yang bisa terkena stroke. Tak terbatas usia, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja bahkan ada jenis stroke yang bisa terjadi pada bayi dan anak-anak. Bahkan kini, orang yang tidak menjaga gaya hidupnya bisa terkena stroke meski berusia di bawah 65 tahun. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari makanan yang mengandung lemak dan konsumsi gula secara berlebihan. Selain itu, kebiasaan merokok dan tidak rutin berolahraga juga bisa meningkatkan risiko terkena stroke. Sebenarnya, gejala stroke pada orang yang berusia muda dan tua sama saja. Namun, pada orang muda seringkali diabaikan karena menganggap bahwa dirinya tidak mungkin terkena stroke.

2.  Mitos: Stroke Sulit Dideteksi
Faktanya, kamu bisa mengenali gejala stroke dengan tes mandiri yang bisa kamu lakukan sendiri. Caranya adalah dengan FAST atau Face, Arm, Speech, Time (wajah, tangan, bicara dan waktu). Kalau kamu mengalami penurunan otot wajah (umumnya sebagian otot wajah), lalu otot kaki dan tangan menjadi lemah, sulit bicara atau jadi lama dan terbata-bata sebaiknya segera datangi rumah sakit terdekat. Bisa jadi ini merupakan tanda awal stroke.

3.  Mitos: Wanita Aman dari Stroke
Faktanya, wanita lebih banyak terkena stroke dibandingkan wanita. Menurut Robert Felberg, pria cenderung lebih sering terkena penyakit jantung di usia muda dan meninggal sedangkan wanita hidup lebih lama. Karena wanita umumnya berumur lebih panjang, maka lebih berpotensi terkena stroke.

4.  Mitos: Aspirin Bisa Atasi Stroke
Faktanya, aspirin memang bisa membantu meredakan sakit jantung namun bukan untuk mengatasi stroke. Kalau seseorang terkena stroke dengan pendarahan (hemorrhagic stroke), maka dapat berbahaya jika mengonsumsi aspirin. Ini karena aspirin dapat mengencerkan darah yang justru memberikan dampak negatif.

5.  Mitos: Stroke Salah Satu Jenis Serangan Jantung
Faktanya, stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang menyebabkan kerusakan otak. Meskipun stroke dan jantung saling berhubungan namun ini adalah dua jenis penyakit berbeda. Stroke lebih disebabkan karena gangguan pada otak. (Ikuti terus *NASIHATCANGGIH.COM* )

Source : https://www.halodoc.com/artikel/penanganan-pertama-pada-serangan-stroke

About nasihat

0 Post a Comment:

Post a Comment